Materi Sosialisasi Kurikulum Prototipe

By SMK IC SERANG 28 Jan 2022, 20:23:03 WIB KURIKULUM
Materi Sosialisasi Kurikulum Prototipe

Gambar : Kurikulum Prototipe


Indonesia telah berhasil meningkatkan secara signifikan akses (angka partisipasi), terutama pada jenjang pendidikan dasar. Namun data berbagai survei nasional dan internasional, serta trend skor Ujian Nasional mengindikasikan bahwa dalam 15-20 tahun terakhir, hasil belajar tidak mengalami peningkatan. Survei AKSI juga menunjukkan adanya ketimpangan besar antar daerah dalam hasil belajar murid. Sebelum pandemi, kemajuan belajar selama satu tahun (kelas 1 SD) adalah sebesar 129 poin untuk literasi dan 78 poin untuk numerasi. Setelah pandemi, kemajuan belajar selama kelas 1 berkurang secara signifikan (learning loss). Untuk literasi, learning loss ini setara dengan 6 bulan belajar. ? Untuk numerasi, learning loss tersebut setara dengan 5 bulan belajar.

Kurikulum prototipe melanjutkan arah pengembangan kurikulum sebelumnya:
1. Orientasi holistik: kurikulum dirancang untuk mengembangkan murid secara holistik, mencakup kecakapan akademis dan non-akademis, kompetensi kognitif, sosial, emosional, dan spiritual.
2. Berbasis kompetensi, bukan konten: kurikulum dirancang berdasarkan kompetensi yang ingin dikembangkan, bukan berdasarkan konten atau materi tertentu.
3. Kontekstualisasi dan personalisasi: kurikulum dirancang sesuai konteks (budaya, misi sekolah, lingkungan lokal) dan kebutuhan murid.

Kurikulum prototipe memiliki beberapa karakteristik utama yang mendukung pemulihan pembelajaran:

  1. Pembelajaran berbasis projek untuk pengembangan soft skills dan karakter (iman, taqwa, dan akhlak mulia; gotong royong; kebinekaan global; kemandirian; nalar kritis; kreativitas).
  2. Fokus pada materi esensial sehingga ada waktu cukup untuk pembelajaran yang mendalam bagi kompetensi dasar seperti literasi dan numerasi.
  3. Fleksibilitas bagi guru untuk melakukan pembelajaran yang sesuai dengan kemampuan murid (teach at the right level) dan melakukan penyesuaian dengan konteks dan muatan lokal.

Sebagai ilustrasi:
?
Rata-rata jumlah kompetensi Kurikulum Prototipe untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia mengalami pengurangan 57% dari rata-rata jumlah KD Kurikulum 2013
? Rata-rata jumlah kompetensi Kurikulum Prototipe untuk mata pelajaran Matematika mengalami pengurangan 28% dari rata-rata jumlah KD Kurikulum 2013
? Rata-rata jumlah kompetensi Kurikulum Prototipe untuk mata pelajaran Sains mengalami pengurangan 19% dari rata-rata jumlah KD Kurikulum 2013

Hasil wawancara studi implementasi:
? Pada bulan November, pengorganisasian pembelajaran di sekolah juga sudah lebih beragam. Pemahaman guru terkait keragaman karakteristik siswa juga mulai tumbuh, yang ditandai dengan upaya guru mengumpulkan informasi siswa.
? Meskipun adaptasi kurikulum sudah terjadi pada sebagian besar satuan pendidikan, namun sebagian guru dan sekolah masih memerlukan penguatan kapasitas dalam mengimplementasikan kurikulum prototipe, terutama dalam memanfaatkan informasi karakteristik keragaman peserta didik untuk melakukan pembelajaran terdiferensiasi.

 




Write a Facebook Comment

Komentar dari Facebook

View all comments

Write a comment